23
Sep

Permasalahan Anak dalam Belajar yang seringkali ditanyakan dan dialami orangtua berkaitan dengan berbagai kendala yang dialami buah hati mereka. Berbagai kendala itu antara lain:
1. Kendala waktu bagi anak-anak yang mempunyai kesibukan di luar sekolah
2. Kendala fisik bagi anak-anak yang menderita sakit yang lama dan kronis, atau yang memerlukan
penanganan khusus.
3. Kendala Psikis, yaitu anak-anak yang mengalami masalah dalam bersosialisasi dengan orang-orang
sekitarnya, anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus, korban ‘bullying’ (kekerasan fisik dan
verbal yang dilakukan oleh teman atau orang yang lebih dewasa sehingga mengalami trauma dalam
pergaulan) serta anak-anak yang kehilangan kepercayaan dirinya karena tidak mampu menyelesaikan
beban pelajaran dan tugas sekolah yang semakin hari semakin menumpuk.
Kita sebagai orangtua, pendidik dan anggota masyarakat tentu tidak bisa menafikan problem yang dihadapi oleh anak-anak kita yang merupakan generasi penerus bangsa yang nantinya akan menerima tongkat estafet kepemimpinan dan pengelolaan bangsa ini.
Sebagaimana yang kita tahu, memperoleh pendidikan adalah hak setiap anak, bagaimanapun kondisi mereka. Pendidikan adalah hal yang penting dalam hidup ini. Dengan pendidikan kita bisa balajar banyak hal, mencetak sebuah pribadi yang kreatif, cerdas, mandiri, dan berwawasan. Pendidikan juga membuat kita belajar memaknai setiap peristiwa dalam hidup, dan tahu tujuan hidup kita.

Mengapa Memilih Homeschooling?
Banyaknya orangtua yang tidak puas dengan mutu pendidikan sekolah formal mendorong orangtua mendidik anaknya di rumah. Mereka memilih homeschooling karena homeschooling lebih adaptable terhadap kendala yang dihadapi anak-anak, bebas dari stigmasi identitas karena teman-temannya yang lebih pintar, lebih unggul atau lebih cerdas dan tidak hanya berorientasi pada nilai rapor serta secara personal lebih diperhatikan.
Homeschooling Harapan Anak-anak Tunas Indonesia (HATI) didirikan untuk menjawab harapan dan kebutuhan orangtua yang menginginkan pembelajaran dan pendidikan yang sesuai bagi putra-putrinya.

Apa itu Homeschooling?
Dalam sistem pendidikan nasional kita, penyelenggaraan homeschooling didasarkan pada Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas No.20/2003), Pasal 1 ayat (1) yang berbunyi: “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahklak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

Bagaimana Pelaksanaan Homeschooling?
Metode pembelajaran tematik, konseptual dan aplikatif menjadi beberapa poin keunggulan homeschooling. Homeschooling memberi banyak keleluasaan bagi anak didik untuk menikmati proses belajar tanpa harus merasa tertekan dengan beban-beban yang terkondisi oleh target kurikulum. Setiap siswa homeschooling diberi kesempatan untuk terjun langsung mempelajari dan mengevaluasi materi yang disediakan. Siswa juga diberi kesempatan seluas-luasnya untuk mengadakan observasi dan penelitian sesuai ketertarikan mereka. Homeschooling memberikan lingkungan sosial dan suasana belajar yang lebih baik, menyediakan waktu belajar yang lebih fleksibel dan memberikan kehangatan serta proteksi dalam pembelajaran terutama bagi anak yang sakit.
Homeschooling tidak menuntut orang tua untuk serba tahu. Karena pembelajaran homeschooling dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Anak dapat belajar tentang sesuatu yang ingin diketahuinya dengan mencari tahu hal tersebut sendiri maupun dengan bantuan orang lain (tutor yang mengajar).

Legalitas Ijazah
Departemen Pendidikan Nasional menyebut sekolah-rumah dalam pengertian pendidikan homeschooling. Jalur sekolah-rumah ini dikategorikan sebagai jalur pendidikan informal yaitu jalur pendidikan keluarga dan lingkungan (pasal 1 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional – Sisidiknas No. 20/2003). Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal (sekolah umum) dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan (pasal 27 ayat 2).
Dalam pelaksanaannya, homeschooling berada di bawah naungan Direktorat Pendidikan Kesetaraan, Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, Departemen Pendidikan Nasional RI. Siswa yang memilih homeschooling akan memperoleh ijazah kesetaraan yang dikeluarkan oleh KEMENDIKNAS, yaitu: Paket A setara SD, Paket B setara SMP, Paket C setara SMA. Ijazah ini dapat digunakan untuk meneruskan pendidikan ke sekolah formal yang lebih tinggi, perguruan tinggi bahkan ke sekolah-sekolah luar negeri.

0 0 0 0 0
  • homeschoolinghati

    good

  • homeschoolinghati

    good

  • Edward Fernando

    Nice Job !

Copyright © 2014 Homeschooling HATI. All Rights Reserved.
Designed by Edward Fernando