8
May

LcdogyLniPenindasan atau istilah kerennya bullying menurut wikipedia adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Tindakan kekerasan dapat berupa kekerasan fisik seperti memukul, mendorong, dsb, serta kekerasan psikis seperti menghina dan mengucilkan orang lain.  Di zaman modern ini, tindakan bullying juga terjadi lewat media sosial seperti menghina dan meneror lewat SMS, FB, dll.

Maraknya kasus bullying saat ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa yang menggunakannya sebagai bahan lelucon, tetapi juga terjadi pada anak – anak khususnya di sekolah. Banyak anak-anak yang kemudian malas berangkat sekolah karena tidak merasakan kenyamanan selama belajar. Di sekolah sang anak menjadi bahan olok-olokan temannya karena badannya yang gemuk, kurang cepat dalam menangkap pelajaran, atau hanya karena adanya perbedaan hobi dengan teman lainnya. Seorang peneliti senior Prof Louise Arseneault, dari Institut Psikiatri di King’s College London, mengatakan :”Kita harus beranjak dari persepsi yang menganggap bullying merupakan bagian dari pertumbuhan. Para guru, orangtua dan pembuat kebijakan harus waspada bahwa apa yang terjadi di lingkungan sekolah dapat berakibat jangka panjang bagi anak-anak”. Kasus bullying pada anak dapat menimbulakan efek psikis yang buruk bahkan sangat mampu mempengaruhi masa depannya. Anak menjadi pendiam, malas bersosial, serta gampang marah. Yang lebih parah lagi, ada yang bunuh diri karena menjadi korban bullying

Seseorang yang melakukan bullying biasanya akan merasa lebih kuat, lebih berkuasa, lebih hebat karena ada orang yang takut pada dirinya. Para pelaku bully ini bisa dikategorikan sebagai anak yang bermasalah. Masalah di luar bisa terjadi karena ada masalah di dalam. Demikian juga korban bullying. Dia memiliki masalah pada dirinya yang membuatnya sulit bertahan dari bullyan para bullies. Di sinilah peran keluarga, lingkungan sekolah, dan rumah sangat penting.  Orang tua dan pendidik serta lingkungan sekitar punya peran yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang positif bagi anak. Dimulai dari komunikasi yang baik, pengenalan potensi masalah pada anak, serta membantu anak dalam menghadapi masalah. Orang tua dan pendidik tidak bisa begitu saja membiarkan kasus bully pada anak adalah hal yang biasa. Anak juga harus diajarkan rasa tanggung jawab . Kasus bully ini bisa juga dihindarkan dengan metode preventif termasuk dari cara pembelajaran anak.

Salah satu metode yang bisa diterapkan adalah homeschooling atau sekolah rumah. Metode homeschooling bukan berarti anak  terus -menerus belajar di rumah, tetapi anak – anak bisa belajar di mana saja dan kapan saja asalkan anak merasakan kenyamanan like at home. Jam belajar sangat fleksibel sesuai dengan kesepakatan antara anak, orangtua/keluarga, dan pengajar. Selain keunggulannya dalam memberikan kenyamanan belajar, homeschoolimg juga merupakan NO-BULLYING ZONE yang berfungsi sebagai sarana pengembangan anak tanpa bully.

Homeschooling HATI hadir sebagai salah satu pendukung kegiatan belajar / sekolah rumah. Orang tua tidak perlu khawatir dengan perkembangan dan pendidikan anak karena Homeschooling HATI ditangani oleh tutor – tutor berpengalaman dan senantiasa mengajarkan dengan HATI. Sistem pembelajaran yang menyenangkan tetapi juga terstruktur dapat menjadi tempat belajar insan – insan muda sang generasi penerus Bangsa.Because every child is unique, we’ll help them to be special.

(Nf_Red)

0 0 0 0 0
Copyright © 2014 Homeschooling HATI. All Rights Reserved.
Designed by Edward Fernando